Tanggamus Pecahkan MURI Minum Kopi Bersama

Tanggamus.go.id – Kota Agung, 15 April 2012 –  Kabupaten Tanggamus  telah berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan minum Kopi Khas daerah Bumi Begawi Jejama ini.

Kegiatan minum kopi tersebut  di laksanakan di Taman Kota Ir. Soekaro Kota Agung, pada hari Minggu Pagi (15/4) Pukul 06.30 WIB. Serta diikuti oleh sekitar 43.030  peserta yang berasal dari seluruh Jajaran Pemda Tanggamus, lapisan masyarakat, serta ribuan siswa-siswi sekolah. Continue reading “Tanggamus Pecahkan MURI Minum Kopi Bersama”

Desain kemasan dan Logo Kopi Tanggamus

Setelah membuat blog ini beberapa waktu lalu, terpikir untuk membuat logo, saat itu logonya masih asal bikin, tapi dasar pembuatan logo masih menggunakan dasar logo sebelumnya,…kemudian setelah itu muncul keinginan untuk membuat kemasan, bagaimana membuat kemasan, saya pun mencari tentang artikel artikel tentang kemasan kopi, mulai dari yang plastik, kertas dan ada juga yang terbuat dari PE semacam alumunium foil.

Setelah menemukan jenis kemasan yang diinginkan, maka saya pun mulai berencana untuk menbuat desain dari kemasan kopi tersebut, mulai dari menentukan warna yang akan digunakan, waktu itu terpikir untuk membuat desain hanya dengan menggunakan satu warna saja.

Untuk memastikan apakah desain kemasan sudah bisa menarik perhatian, mulailah saya coba bentuk desain ke masan kedalam facebook, dan ternyata banyak tanggapan dari teman teman melalui PM untuk membuat desain yang lebih sangar.

Salah seorang teman menyarankan agar saya membuat desain kemasan yang tidak biasa, yang sangar menurut dia, lalau saya pun bertanya sangar seperti apakah gerangan ? dan dia menunjukkan gambar gambar/ poster vintage, dari situlah mulai saya berpikir untuk membuat gambar vintage. maka terciptalah desain seperti sekarang ini, walaupun sudah jadi desainnya, saya masih belum yakin apakah desain kemasan ini bakal menarik minat pecinta kopi atau tidak.

berikut proses pembuatan logo dan kemasan yang pernah saya buat.

Kopi Kampung

Kopi kampung.. wehh dari judulnya aja dah kampungan karena pake nama kampung.. he he he

Dahulu.. waktu saya masih di Bandung.. kalau jam istirahat siang kerja kami sering pergi ke sebuah rumah makan thooo tentunya yang sederhana deket kantor waktu itu, nah kalau abis makan salah satu temenku selalu memesan minuman kopi yang di campur dengan susu kental manis.. dan dia menyebutnya sebagai kopi kampung.. kenapa kopi kampung ? sang temanku itu bilang kalau dikampungku di sumatra utara begitulah emakku bikin kopi.. jadi kalau minum kopi susu kental manis ini aku teringat kampung halaman.. .

lama lama akupun tertarik mencoba memesan kopi kampung model temanku itu.. dan ternyataaa rasanya mantab mas bro… sejak itu pula saya jadi sering membeli susu kental manis untuk dicampur dengan kopi lampung. dan rasanya memang mantab mas bro… kental rasa susu dan kopinya.. ohya kalau teman teman mau cobain bisa nih resepnya

1. satu sachet susu kental manis cap apa aja yang ada

2. bubuk kopi lampung tentunya… saya biasanya satu sendok makan

3. gelas mug yang besar tuh.. kira kira yang isi 150 mm, lebih gede dari gelas biasa tentunya

4. jangan lupa masak air panasnya sampai mendidih…

5. ga usah pakai gula lagi yaa karena susu kental manis udah manis…

6. seduh dan aduk 18 kali kata om elang…. karena dengan adukan sebanyak 18 kali itu bikin kopi dan air dan susu menyatu dengan agak lumayan sempurna…

7. nikmati pelan pelan…

 

mantabbbbbbbbb

Pengolahan Kopi Lampung Tanggamus

Kopi Lampung Tanggamus, saat ini masih berasal dari perkebunan kopi milik pribadi yang ada di pekon simpangkanan dan pekon campang kabupaten Tanggamus,

Biji-biji kopi yang kami olah dan kami jual adalah biji kopi pilihan yang sudah disimpan kurang lebih satu tahun dalam bentuk buah kering, biji kering tersebut bukan berupa biji kopi saja, tapi masih dengan kulitnya yang jika kering menjadi keras seperti cangkang.

Dari buah-buah kopi yang masih memiliki cangkang tersebut, kami harus mengupas kopi dengan cara di giling dengan mesin pemecah/pemisah cangkan dan biji kopi kering, setelah biji kopi terlepas dari cangkang, kami memilih biji-biji kopi yang baik yang layak untuk diambil, sisa dari hasil pilihan kami gunakan sendiri untuk komsumsi keluarga.

Dari hasil biji-biji kopi pilihan tadi kami pun mencuci biji biji kopi pilihan tadi, agar bersih dari debu, kotoran dan bekas cangkang kopi, agar sisa sisa cangkang kopi juga tidak ikut didalam proses penyangraian nantinya,

Setelah biji biji kopi dicuci, biji-biji kopi tersebut lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, sampai kadar air yang sudah kami tentukan, barulah setelah itu kopi disangrai menggunakan sebuah alat yang kami buat sendiri, yaitu berupa drum, sebelumnya kami menyangrai dengan cara sangat manual yaitu dengan wajan yang terbuat dari tanah liat.

api yang kami gunakan berasal dari kayu bakar, yang juga berasar dari batang kopi, agar hasil penyangraian sempurna api juga harus dijaga agar tetap stabil panasnya.

selanjutnya setelah proses menyangrai selesai mulailah mau di bungkus dengan cara di bubuk atau dalam kondisi biji sangrai, oh ya , biji biji kopi yang sudah berwarna hitam ini juga renyah jika di makan langsung, tapi pahitnya yah pasti pahit kopi…

Nikmatnya Kopi Lampung, Robusta Asli Indonesia

Mendengar kata Kopi pasti hampir sebagian besar dari kita mempersepsikan sejenis minuman yang digunakan untuk begadang di malam hari, baik itu untuk keperluan jaga malam/siskamling, menyelesaikan deadline pekerjaan, atau bagi mahasiswa digunakan untuk penahan kantuk ketika belajar dan menyelesaikan tugas ketika malam hari. Persepsi inilah yang agak salah telah terbentuk bagi masyarakat kita kepada kopi sebagai penahan kantuk ketika begadang, padahal banyak manfaat yang dapat dirasakan dari kenikmatan kopi. Bahkan bangsa-bangsa penjajah eropa dulu rela untuk menerjang jauhnya laut untuk mendapatkan kopi ke Nusantara, hal ini tentunya didorong dari kenikmatan rasa yang didapat dari kopi.

Kembali ke Kopi Lampung, kopi ini adalah jenis Robusta, sebenarnya apa sih yang membedakan antara arabika dan robusta? Perbedaan ada pada rasa (menurut para penggemar kopi), arabika cenderung lebih ringan karena kadar kafeinnya lebih rendah, rasanya sedikit pahit dan agak kelat sedangkan robusta cenderung lebih kuat karena mengandung kafein paling tinggi dan dapat mudah dikenali dari rasanya yang pahit dan asam. Dan dari jenis Kopi Robusta inilah dihasilkan kopi termahal dan terkenal di dunia asli Indonesia yaitu Kopi Luwak. Kopi lampung tersebut kebanyakan dijual dalam bentuk kantong-kantong sederhana dalam berbagai ukuran dan sangat disayangkan banyak dari kopi tersebut belum memiliki brand tersendiri, mungkin itu juga yang membuat kopi tersebut kalah pamor dengan kopi lain.

Pahit dan asam itulah dua rasa dominan dari Kopi Lampung yang saya dapatkan ini, untuk mendapatkan rasa asli dari Kopi Lampung ini saya mencoba untuk menikmati kopi ini dengan tidak mencampurkan gula dan hasilnya….. *Kopi tanpa gula itu pahitttt Jendral* namun mungkin bagi penggemar kopi sejati mungkin rasa seperti inilah yang paling dicari. Secara umum bagi saya yang bukan tergolong penikmat kopi sejati, rasa kopi lampung ini sangat khas terutama pada rasa dan bau kopi yang sangat tajam sepertinya kopi ini memang diciptakan bagi mereka yang memiliki sifat yang tegas dan kuat *tsaaahh* secara umum rasanya sangat unik dan patut untuk dicoba sebagai varietas unggulan tanah air.

untuk menikmati rasa kopi lampung murni dan asli dari petani.. kopi lampung tanggamuslah jawabanya…

Usir Kecoak dengan Ampas Kopi

TRIBUNNEWS.COM – Bahan-bahan untuk konsumsi dan perawatan dapur bisa lho dijadikan alat pengusir kecoak. Ingin tahu cara mengusirnya?

Berwarna cokelat, dan seringkali merayap di kaki. Ternyata kecoak. Kejadian seperti itu untuk sebagian orang akan mengagetkan dan mungkin pernah Anda alami. Kecoak, serangga ini senang bersemayam di tempat kotor seperti di kakus dan di dapur yang lembap. Memang terkadang masalah kecoak selalu ada, tidak peduli seberapa bersih Anda menjaga rumah Anda.  Berikut  tiga metode yang patut Anda coba untuk meminimalisir datangnya kecoak:

1.  Ampas Kopi.

Apakah Anda seorang peminum kopi dirumah? jika ya, jangan buang ampas kopinya. Asam dalam ampas kopi bisa bertindak sebagai racun bagi kecoak. Coba tebarkan di kamar mandi. Mungkin kamar mandi Anda akan beraroma kopi, tapi periksalah di kala malam, apakah adatanda-tanda kecoak? Atau mungkin Anda bisa bereksperimen di tempat lain selainkamar mandi untuk membuktikannya.

2.  Pelembut kain + campuran air .

Melihat kecoak melambat ketika melewati kain yang sudah diberi pelembut menimbulkan sebuah ide. Buatlah larutan dari pelembut kain dan air dengan perbandingan 3:2, lalu masukkan kedalam botol semprot.  Sebuah kecoak disemprot dengan larutan ini dapat membuatnya berhenti dan jatuh pingsan.

3.  Asam borat + gula .

Asam borat atau borax ini bertindakmirip dengan semprotan kecoak komersial, menyerang pencernaan dan kulit luar kecoak. Untuk mendapatkannya beli saja di farmasi atau apotek, harganya murah kok . Sementara Gula bertindak sebagai umpan karena kecoak tertarik oleh gula.  Taburkan campuran di celah-celah, di bawah lemari, di bawah wastafel, atau di tempat kecoak pernah Anda lihat.  Harus Anda ketahui borax menjadi tidak efektif apabila basah.

Itulah tiga metode DIY(Do It Yourself)  untuk mengurangi kecoak di rumah Anda. Coba lihat hasilnya dalam waktu satu minggu .  Selamat bereksperimen!

Biji Kopi Lagi Sulit Didapatkan

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) – Sejumlah pedagang kopi bubuk di Kota Bandarlampung, Kamis, menyatakan mereka masih sulit mendapatkan biji kopi bermutu, karena panen raya kopi belum berlangsung di daerah penghasil utama kopi nasional itu.

“Akibat sulitnya mendapatkan bahan baku, produksi bubuk kopi menurun tidak seperti biasanya,” kata Tedy (34), pedagang kopi bubuk di Pasar Tugu Bandarlampung.

Dia mengatakan, meski hanya dapat memproduksi sedikit kopi bubuk, namun tidak berpengaruh terhadap harga jualnya, yakni Rp40 ribu/kg.

Menurutnya, stok biji kopi di Lampung sebenarnya banyak, namun agen kopi banyak menahannya sambil menunggu harga komoditas unggulan itu meningkat.

“Harga biji kopi dari agen berkisar Rp20 ribu- Rp21 ribu per kilogramnya. Jika dibeli dari petani maka harganya Rp17 ribu/kg,” kata dia.

Ia melanjutkan, jika harga biji kopi di tingkat agen tinggi maka ia terpaksa membelinya daripetani.

Biji kopi sebanyak 500 kg dibeli seharga Rp10 juta, dan keuntungannya setelah diolah menjadi kopi bubuk berkisar 20- 30 persen.

Bubuk kopi yang dijual, dia mengungkapkan, dari biji kopi robusta, karena rasanya yang khas dan barangnya mudah didapatkan.

Selain itu, menurutnya, jika harganya turun pun tidak terlalu rendah, dan biji kopi itu bisa didapatkan dari Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesawaran.

Menurut sejumlah agen kopi di Bandarlampung, hanya sebagian kecil petani kopi yang  mulai panen.

“Belum sepenuhnya panen, karena musim panen raya akan tiba di bulan Maret nanti,” kata Rahmad, agen kopi.

Dia mengatakan, jika ada yang panen, jumlahnya hanya sedikit, namun kualitasnya membaik karena kondisi cuaca mulai cerah.

Menurutnya, sebagian petani yang penen juga menahan hasil perkebunannya itu, karena mereka menunggu harganya tinggi baru dijual.

“Harga barang tergantung kualitasnya. Jika baik harganya tinggi, tapi jika kualitasnya rendah maka harganya pun rendah,” kata dia.

(Roy Baskara/WWW.ANTARALAMPUNG.COM/LAMPUNG.ANTARANEWS.COM)

Cara Menikmati Kopi Sesungguhnya

Oleh : ASEP | http://www.mataelang.net

Apa pilihan tempat nongkrong yang asyik? Jawabannya tentu saja bisa beragam. Tapi cukup banyak yang memilih tempat ngopi. Salahsatu yang memilih tempat ngopi adalah Dian Suteja. Bersama rekan-rekannya di Bandung, dia kerap berkumpul di kedai kopi.

Ternyata Dian dan rekan-rekannya lebih memilih kedai kopi bukan hanya untuk sekadar menikmati kopi. Lebih jauh dari itu, mereka juga mahir dalam menebak asal kopi hanya dari aromanya saja. Ternyata tebak-tebak asala usul kopi dari aromanya itu, yang dikenal dengan nama Cupping Coffee itu telah jadi hobi baru sebagian orang.

Beberapa waktu lalu, Kopi-Q di Jalan Pasirkaliki Bandung jadi ajang uji citarasa kopi itu. Tapi Dian yang merupakan dosen filsafat itu lebih suka menyebut hobinya dengan sebutan Icip-Icip Kopi. “Sengaja kami memilih penggunaan kata ‘Icip Kopi’ ketimbang menggunakan cupping coffee,” katanya.

Tentu saja itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, alasan pertama lantaran dia ingin melakukan kegiatan ini lebih nge-pop, bukan melulu bertujuan industri. Kedua, kegiatan cupping disini cenderung mengacu pada standard SCAA atau Specialty Coffee Association of America. Untuk soal ini, masih banyak acuan diluar SCAA, seperti Specialty Coffee Association of Europe (SCAE), Cups of Excellence (CoE), bahkan beberapa pihak seperti Sweet Maria’s dan forum maya pecinta kopi di USA coffeegeek.com, ikut membuat standar tersendiri.

Ketiga, cupping pada dasarnya adalah mengenali karakter kopi dan berbagi akan hal itu. Dan, setiap orang berhak mengenali karakter kopi di luar pakem industri. Dan keempat, cupping adalah suatu ikhtiar yang terus menerus dilatih. Itu juga berarti latihan atau proses belajar. “Idealnya cupping dilakukan lebih dari satu orang agar hasil yang didapatkan bisa dibagi satu sama lain sembari saling membandingkan hasil masing-masing para pengicipnya,” kata Dian.

Kelima, lanjutnya, kami berpendapat bahwa di luar empat dasar rasa, yaitu pahit, asam, asin, dan manis, selalu bersinggungan dengan kultur tempatan atau lokalitas dan kekayaan perbendaharaan sensasi rasa beserta kosakatanya. “Jika banyak orang mengasosiasikan kopi dengan rasa pahit dan hal itu sudah tertancap dalam di benak, meski disodorkan kopi Panama Elida Estate yang karakter kopinya jauh dari pahit. Sampai sini, rasa bukan sekadar indriawi, tapi juga kultural,” imbuhnya.

Alasan pertama yang dikemukakan Dian bahwa cupping coffee identik dengan industri bisa jadi ada benarnya. Di Caswell’s Fine Coffee and Teas, satu tempat ngopi modern yang menyajikan kopi berkualitas kelas dunia, aktifitas ini dilakukan saban hari. Operational Manager Caswell, Agustinus Tassi mengatakan ritual itu dilakukan dia dan timnya setiap pukul 09.00 WIB.

Jumat pagi pekan lalu, di Caswell yang terletak di Kemang Timur Jakarta ini, suara slurping terdengar jelas berbaur dengan dentingan sendok yang beradu dengan gelas. Di atas meja pun sudah berjajar tiga gelas kopi yang harus ditebak nama serta asal-usulnya. Masing-masing kopi seberat 8,5 hingga 10 gram kopi diseduh dengan 150 ml air dengan titik didih 92 derajat celcius. Selebaran yang mereka sebut Cupping Form pun dibagikan.

Lembaran kertas itu berisikan kolom-kolom contoh nama kopi, keharuman, aroma, keasaman, rasa, kekentalan dan rasa setela kopi diteguk. Kolom-kolom itu harus diisi sesuai dengan apa yang dirasakan oleh Cuppers. Berbarengan dengan pengisian formulir, Cuppers pun harus mengecup satu persatu kopi yang disajikan.

Dalam aktivitas ini, menurut Agustinus ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu kopi saat masih kering, setelah diseduh dan saat sudah dingin. “Ada beberapa jenis kopi yang aromanya masih terjaga, rasanya pun masih oke, tapi ada juga yang berubah aroma dan rasanya karena kontaminasi air. Tapi bila sudah dingin, umumnya kopi pun tak lagi dilirik untuk diseruput,” katanya.

Bagi pemula mungkin sedikit kebingungan apa yang harus mereka isi. Apa yang mereka rasakan di lidah mereka hanya pahit dan sedikit asam. Bahkan bisa jadi ada yang hanya akan berpikir semuanya sama, pahit.
“Bahkan penggemar kopi pun belum tentu bisa mengisi dengan cepat,” imbuh Agustinus.

Meskipun itu diisi sesuai dengan yang dirasakan, tapi tidak berarti asal mengisi. Tentu saja ada pengetahuan di balik kolom-kolom itu. Bila kolom-kolom itu terisi dengan lengkap, selanjutnya harus dicocokkan dengan  kunci jawaban. Nah, di penilaian ini kita bisa tahu seberapa besar kepekaan kita dalam menebak karakteristik kopi, alias Cupping.

CARA PEDAGANG KENALI KOPI
Cupping Coffee ini sebenarnya bermula dari kebiasaan para pedagang kopi  yang akan menjual kopinya ke para pembelinya. Dia harus merasakan dulu bagaimana kopi itu, mulai dari aromanya hingga apa yang dirasakan setelah meminum kopi. Hal ini dilakukan untuk menjelaskan kepada pelanggannya bagaimana karakter kopi yang dia jual. Apakah ada kopi yang terbaik? Jawabannya mungkin semua kopi baik dan enak, tapi itu hanya berlaku pada penjual, lantaran selera pembeli pun beragam.

Awalnya para penjual kopi sebelum melepas kopi  ke penjual, mereka harus mencicipi dulu kopinya.  Cupping Coffee sendiri adalah metode bagaimana mengenali berbagai jenis biji kopi yang berbeda-beda. Dengan cupping kita biasa membedakan atau membandingkan kopi satu dengan yang lain dan memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap kopi tersebut. Kopi itu sendiri mengandung banyak sekali unsur. Mulai dari aromanya, di dalam satu jenis kopi bisa saja mengandung aroma floral, citrus, berry-like, nutty, malt-like, chocolate-like dan lain sebagaianya tergantung lingkungannya.

Di Indonesia, sebutsaja di Bali, kopi Kintamani aroma jeruknya begitu terasa karena perkebunannya di kelilingi oleh jeruk Bali. Berbeda lagi dengan kopi yang hidup di dekat tumbuhan herbal seperti di Toraja atau Papua, kopinya beraroma bunga. Bila kita bandingkan satu kopi dengan kopi yang lain tentu saja berbeda, tidak ada kopi yang sama. “Setiap kopi memiliki komponen-komponen Coffee Tester’s Flavor wheel. Jadi tidak semua kopi memiliki aroma yang sama,” kata Agustinus.

Dalam mendeteksi apa saja atau bagaimana isi kopi tersebut, itu masalah jam terbang seorang Cupper.  Cupping Coffee sendiri hanya ada di daerah penghasil kopi seperti Amerika Latin, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Negara yang kaya akan kopi pasti memiliki komunitas atau penggemar Cupping Coffee. Di Indonesia sendiri komunitas penikmat kopi ini telah muncul sejak 2001 dan kini terus berkembang. Anggotanya pun bukan hanya dari kalangan industri kopi. “Ada yang mahasiswa, karyawan, bahkan ibu rumah tangga juga,” kata Agustinus.

Anda penikmat kopi? Kenali aroma dan asal-usul kopi yang Anda nikmati bersama anggota komunitas ini.

Gisting dan Kawasan Batu keramat

Kawasan dataran tinggi Gisting dan batu keramat menyimpan potensi keindahan dimana dari ketinggian tempat kawasan ini dapat dinikmati udara sejuk pegunungan dengan pemandangankesibukan Teluk Semangka yang dihiasi kapal kapal tanker raksasa dan kapal nelayan serta pelabuhan laut kota agung. terletak hanya 4 km dari pusat pemerintahan kabupaten tanggamus.

Sumber : www.visitlampung.net